Rancangan Pembelajaran BIPA 1-7
Rp117.400
Judul: Rancangan Pembelajaran BIPA 1-7
Penulis : Bagas Priambudi, Rizky Eka Safira, Nabila Noviandini, Nia Alisa Emilia, Aulia Fatikha Sari, Luluk Aulia Putri, Fajar Kinasih Salsabila, Nova Kharunia Wati Dewi, dea pransiska maharani, Deby Fatika Saputri, Indana Zulfa, Hanum Prastika, Dita Amalia, Siti Asyiah Al Munawaroh, Yohanes Dimi, Herwinda Khoirunnisa, Ida Maulia, Afrida Priaswati, Indah Kinkin, Hanifah Zahratul Jannah, Ria Pangesti Rahayu, Naurah Nazikha Faizin, Risqita Amelia Putri, Aprilia Nur Pratiwi, Hanum Prameswari, Lely Susmiatin, Rizki Aditia, Tegar Yudoyono.
Terbit : QRCBN
Tahun : 2026
Description
Dokumen RP Satu Kelas BIPA merupakan kumpulan rancangan pelaksanaan pembelajaran dan modul ajar Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) yang disusun untuk beberapa tingkatan, mulai dari BIPA 1 hingga BIPA 7. Dokumen ini memuat rancangan pembelajaran yang mencakup berbagai keterampilan berbahasa, yaitu menyimak, berbicara, membaca, memirsa, dan menulis. Materi pembelajaran disusun secara bertahap sesuai dengan tingkat kemampuan pemelajar, mulai dari penggunaan bahasa sederhana hingga pemahaman dan produksi bahasa yang lebih kompleks.Pada tingkat BIPA 1, pembelajaran berfokus pada kemampuan dasar berbahasa melalui tema-tema yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, terutama kuliner Indonesia. Materi yang digunakan antara lain gudeg, pempek, dan rendang. Pemelajar diarahkan untuk mengenal kosakata makanan, kata sifat, kalimat sederhana, serta ungkapan suka dan tidak suka. Kegiatan pembelajaran dilakukan melalui membaca nyaring, tanya jawab, latihan berbicara, diskusi, dan presentasi sederhana. Pada tingkat BIPA 2, kemampuan pemelajar mulai dikembangkan melalui teks berita dan teks deskripsi. Tema yang digunakan antara lain Keraton Yogyakarta dan Taman Sari. Pemelajar dilatih menemukan informasi berdasarkan fakta, memahami unsur 5W+1H, mengenali istilah budaya Jawa, serta menulis deskripsi sederhana mengenai tempat wisata. Tingkat BIPA 3 menunjukkan peningkatan kompleksitas materi. Salah satu pembelajaran berfokus pada keterampilan menyimak melalui teks eksposisi tentang bakpia Yogyakarta. Pemelajar tidak hanya memahami informasi literal, tetapi juga mengidentifikasi ide pokok, informasi rinci, serta hubungan antara bakpia dengan toleransi dan akulturasi budaya. Pembelajaran dilengkapi diskusi kelompok, LKPD, asesmen formatif, dan presentasi. Pada tingkat BIPA 4 dan BIPA 5, pembelajaran mulai menekankan kemampuan menyampaikan pendapat, rekomendasi, argumentasi, dan gagasan secara lebih terstruktur. Pemelajar dilatih menggunakan kalimat kompleks, kosakata formal, konjungsi argumentatif, serta ungkapan persetujuan dan penolakan. Tema yang digunakan tetap berkaitan dengan pengalaman lokal dan budaya Indonesia, seperti destinasi wisata, kuliner, transportasi, serta batik.
Tingkat BIPA 6 mengarahkan pemelajar pada kemampuan memahami teks yang lebih kompleks, salah satunya melalui teks biografi tokoh nasional seperti Ki Hadjar Dewantara. Pemelajar dituntut menemukan gagasan utama, memahami struktur biografi, menafsirkan kosakata berdasarkan konteks, menyimpulkan isi teks, serta mengambil nilai keteladanan dari tokoh.
Pada tingkat BIPA 7, kemampuan berbahasa dikembangkan menuju tahap yang lebih kritis dan kompleks. Materi mencakup teks narasi bertema kuliner dengan fokus pada kalimat kompleks, kata hubung, dan kosakata kuliner. Pemelajar dituntut menentukan gagasan utama, menemukan informasi eksplisit maupun implisit, serta memberikan tanggapan secara kritis dan santun. Salah satu materi menyimak membahas gudeg sebagai makanan khas sekaligus simbol identitas budaya Yogyakarta.
Secara keseluruhan, dokumen ini menggambarkan pembelajaran BIPA yang bersifat bertahap, komunikatif, kontekstual, dan berorientasi pada penggunaan bahasa dalam situasi nyata. Materi bahasa dipadukan dengan pengenalan budaya Indonesia sehingga pemelajar tidak hanya menguasai aspek kebahasaan, tetapi juga memahami nilai, tradisi, kuliner, sejarah, dan kehidupan sosial masyarakat Indonesia. Kegiatan pembelajaran umumnya terdiri atas kegiatan awal, inti, dan akhir, serta dilengkapi penilaian proses, produk, dan unjuk kerja. Dengan demikian, dokumen ini dapat menjadi acuan pembelajaran BIPA yang mengembangkan kompetensi bahasa sekaligus wawasan budaya pemelajar asing.
Reviews
There are no reviews yet.